REPEATER
a. Pengertian
Repeater
Repeater
pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris ‘repeat’ yang berarti pengulangan.
Jika diartikan dari suku kata, maka repeater dapat diartikan sebagai pengulang
kembali, ataupun jika disempurnakan dalam sebuah bahasa, maka repeater
merupakan alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke
daerah sekitar perangkat ini. Jika dikaji secara bahasa teknis,
maka pengertian
repeater adalah alat yang berguna untuk menguatkan signal.
Dengan alat ini, signal yang lemah dapat ditingkatkan daya jangkaunya sehingga
dapat digunakan untuk cakupan wilayah yang lebih luas.
b. Fungsi
Repeater
Menurut Herlambang dan Aziz (2008)
bahwa Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal
dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali sinyal tersebut dengan
kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain.
·
Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari
server (pemancar)
·
Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari server.
·
Untuk memperjauh sinyal dari server (pemancar).
Penggunaan
repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN yang mengharuskan adanya
penggunaan protocol physical layer yang sama antara segmen-segmen kabel
tersebut. Salah satu contohnya dengan repeater dapat menghubungkan dua buah
segmen kabel Ethernet 10BASE2.
c. Kelebihan
dan kekurangan Repeater
· Kelebihan Repeater
1. Memperkuat Signal Wifi
2. Terhubung ke client server dengan Kabel atau Tanpa
Kabel
3. Harga yang bersahabat dengan fungsi yang sangat
berguna.
4. Proses instalasi tidak sulit, terutama bagi Pemula
· Kekurangan Repeater
1. Untuk menjangkau jarak jauh harus ditempatkan
ditempat yang tinggi.
2. Penggunaan trafic data atau pengirimana data mempengaruhi kinerja
daripada Repater
d. Jenis-jenis
Repeater
Repeater sendiri terdapat beberapa macam tipe yang
untuk saat ini. Adapun ketiga macam jenis itu diantaranya telephone repeater,
optical communications repeater dan radio repeater.
·
Radio Repeater.
Radio repeater berarti jenis repeater yang berfungsi
untuk memperkuat sinyal radio. Umumnya, jenis repeater ini memiliki satu antena
yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater dengan tipe
ini akan mengubah frekuensi sinyal yang dapat menerima sebelum dipancarkan
kembali. Sinyal demikian dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus
objek penghalang
·
Telephone Repeater.
Arti telephone repeater adalah jenis repeater yang
difungsikan pada saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi sebab
jarak tempuh yang jauh sehingga sinyal yang diterima oleh para pengguna telepon
dapat lebih jelas.
·
Optical Communications
Repeater.
Pengertian Repeater ini adalah jenis repeater yang
berfungsi memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic
cable). Pada jenis repeater ini, dalam serat kabel optik terdapat informasi
digital secaara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang
terbentuk dari foton yang dapat tersebar secara acak dalam kabel serat
optik.
e. Kategori Repeater
Repeater terbagi menjadi 3 Kategori, yaitu; Repeater GSM, Repeater CDMA,
dan Repeater 3G.
1. GSM
·
Untuk komunikasi bergerak, repeater bekerja pada
frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz (GSM).
·
Adanya hambatan yang terjadi antara base station
dengan mobile station akan menimbulkan sinyal yang diterima oleh perangkat seluler
akan mempunyai kualitas yang rendah.
·
Kualitas yang rendah ini dapat mengakibatkan aktifitas
komunikasi menjadi tergganggu, mulai dari putus-putus sampai penggilan
terputus.
·
Disinilah dibutuhkan "GSM Repeater".
Sehingga sinyal yang lemah ini diambil dan dikuatkan dengan bantuan antena
kemudian diteruskan melalui coaxial ke unit "repeater".
2. CDMA
·
CDMA bergerak pada frekuensi 800Mhz, dan bekerja pada
teknologi 2G. frekuensi CDMA memang kurang memiliki sinyal yang baik jika di bandingkan
dengan sinyal GSM.
·
CDMA atau Code division multiple access adalah sebuah
sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu
(seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA),
·
Dengan penggunaan "CDMA Repeater" maka
sinyal yang lemah ini diambil dan dikuatkan dengan bantuan antena outdoor
kemudian diteruskan melalui coaxial ke unit "repeater".
3. 3G
·
3G atau third-generation technology merupakan sebuah
stAndar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang
diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon seluler.
·
3G adalah istilah umum yang mengacu kepada
perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga.
·
Dengan adanya 3G, pengguna telepon seluler akan
mendapatkan akses yang lebih cepat ke jaringan internet dengan bandwidth sampai
384 Kbps.
·
Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang
tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton
video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan
video.
·
3G mengalahkan semua pendahulunya, baik GSM maupun
GPRS. Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai stAndar baru
jaringan nirkabel yang beredar di pasaran ataupun negara berkembang.
f. Cara
Kerja Repeater
Repeater sendiri terdapat beberapa
macam tipe yang untuk saat ini. Adapun ketiga macam jenis itu diantaranya
telephone repeater, optical communications repeater dan radio repeater.
1. Telephone Repeater
Arti telephone repeater adalah jenis repeater yang
difungsikan pada saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi sebab
jarak tempuh yang jauh sehingga sinyal yang diterima oleh para pengguna telepon
dapat lebih jelas.
2. Optical Communications
Repeater
Pengertian Repeater ini adalah jenis repeater yang
berfungsi memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic
cable). Pada jenis repeater ini, dalam serat kabel optik terdapat informasi
digital secaara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang
terbentuk dari foton yang dapat tersebar secara acak dalam kabel serat
optik.
3. Radio Repeater
Radio repeater berarti jenis repeater yang berfungsi
untuk memperkuat sinyal radio. Umumnya, jenis repeater ini memiliki satu antena
yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater dengan tipe
ini akan mengubah frekuensi sinyal yang dapat menerima sebelum dipancarkan
kembali. Sinyal demikian dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus
objek penghalang.
Bridge
a.
Pengertian Bridge
Kata bridge diambil dari bahasa Inggris
yang bila diartikan adalah jembatan atau penghubung. Kemudian bila dihubungkan
dengan jaringan komputer, pengertian bridge menjadi suatu alat yang dapat
menghubungkan jaringan komputer LAN (Local Area Network) dengan jaringan LAN
lainnya. Tidak hanya dapat menghubungkan tipe jaringan komputer yang sama,
bridge bisa digunakan untuk menghubungkan tipe yang berbeda-beda. Misalnya saja
seperti ethernet dan fast ethernet.
Bridge juga merupakan alat yang bisa
mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya
serta mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut. Bridge bekerja pada data
Link layer model OSI (Open System Interconnection). Oleh karena itu alat ini
bisa menyambungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi atau
medium access control yang berbeda.
b.
Fungsi Bridge
Adapun fungsi dari bridge diantaranya sebagai berikut
di bawah ini:
·
Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan
komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih
besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
·
Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan
komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
·
Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada
jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan
istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame
data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih
terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
c.
Kelebihan dan kekurangan Bridge
Ada beberapa kelebihan yang dimiliki
oleh perangkat keras jaringan yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa
kelebihan dari bridge :
1.
Mempermudah proses
monitoring pada sebuah jaringan
Salah satu
hal yang dapat diandalkan dari penggunaan bridge sebagai perangkat keras
jaringan adalah dapat mempermudah proses monitoring sebuah jaringan. Jadi
dengan adanya bridge, setiap jaringan yang saling terhubung ini bisa diawasi
dan dimonitor, apakah ada jaringan yang mengalami gangguan, kondisi taffic dari
sebuah jaringan, hingga penambahan dan pengurangan jaringan yang ada, terutama
pada jaringan local.
2. Dapat membantu kemanaan data dari sebuah organisasi
Bridge
merupakan salah satu alternative perluasan sebuah jaringan, namun tetap dengan
mempertahankan aspek internal. Sehingga meskipun dengan menggunakan bridge,
sebuah jaringan bisa ditarik keluar pulau, namun jaringan tersebut tetap
menggunakan prinsip LAN dan intranet, sehingga hal ini akan tetap menjaga
keamanan dari data juga informasi dari sebuah organisasi agar tidak mudah bocor
ke public.
Hal ini
tentunya sangat menguntungkan untuk user, karena kemanan data yang ada terjaga
dan lebih efisien dalam penggunaannya. Sehingga user tidak perlu repot dalam
menambahkan keamanan pada jaringan komputer mereka.
3. Dapat diaplikasikan pada jaringan LAN, salah
satunya adalah intranet
Bridge bisa
diaplikasikan di berbagai macam jaringan, salah satunya adalah jaringan LAN,
terutama yang masih menggunakan prinsip kerja intranet. Meskipun seringkali
perannya tergantikan oleh prangkat keras jaringan lain, seperti router,
tetapi bridge juga masih banyak digunakan hngga saat ini.
4. Dapat ditarik secara jarak jauh, dengan menggunakan bridge wireless
Kelebihan
lainnya dari bridge adalah dapat diaplikasikan pada jaringan yang luas, yang
merupakan jaringan yang berjarak jauh. Jadi anda juga bisa menggunakan bridge
wireless utnuk menarik jaringan yang anda miliki.
Bridge
wireless di gunakan untuk hotspot yang menghubungkan koneksi kabel juga koneksi
tanpa kabel dan memiliki peranannya masing-masing. Seperti menggunakan kabel
untuk menangkap sinyal yang ada, dan tanpa kabel untuk mentransmisikan data.
5. Dapat memecah jaringan LAN menjadi jaringan yang lebih kecil
Kelebihan
bridge berikutnya adalah dapat memecah – mecah jaringan LAN menjadi jaringan
lainnya yang lebih kecil. Dengan begitu, setiap jaringan LAN yang sudah ada
bisa saling terhubung menjadi satu, dan membentuk sebuah jaringan LAN atau
jaringan local yang besar.
6. Menghemat biaya operasional
Karena dapat
menggabungkan dan memecah jaringan menjadi bentuk jaringan yang lebih kecil,
maka hal ini tentu saja akan sangat menghemat biaya operasional dari suatu organisasi
atau perusahaan, karena tidak perlu menginvestasikan lebih dari satu buah
server.
Dengan
adanya bridge, maka semua jaringan yang terhubung dengan organisasi atau
perusahaan tersebut bisa menggunakan satu server saja. Bridge yang menjadi
salah satu perangkat untuk mengakses internet ini, tentunya jika harganya murah dan
terjangkau akan sangat memudahkan bagi user.
7. Mudah dalam mengaplikasikan bridge
Bridge juga
merupakan salah satu perangkat keras jaringan komputer yang mudah untuk
diaplikasikan. Tidak seperti router yang membutuhkan kerumitan akan tabel
routing, maka brdge lebih mudah diaplikasikan, karena merupakan perangkat keras
yang PNP aliasn plug n play, sehingga tidak sulit untuk menginstall perangkat
keras jaringan ini.
Meskipun
memiliki beberapa kelebihamn, akan tetapi brdge juga memiliki beberapa
kelemahan, tertuama ketika dibandingkan dengan perangkat keras jaringan yang
kita kenal dengan nama router. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari
bridge :
1.
Fiturnya kebanyakan hanya terbatas pada konektivitas
LAN
2.
Tidak selengkap router dalam hal fitur – fiturnya
d.
Jenis-jenis Bridge
1. Bridge Lokal
Bridge Lokal adalah jenis bridge paling sederhana. Bridge lokal
dipergunakan sebagai pemecahan jaringan pada lokasi yang berdekatan, dan
biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan koneksi kabel biasa.
2. Bridge Remote
Bridge Remote
adalah jenis bridge yang di[akai untuk membuat suatu bentuk WAN yang basicnya
merupakan LAN. Jadi suatu jaringan LAN dapat dibuat menjadi jaringan yang lebih
luas dengan menggunakan bridge remote. Dengan begitu, komunikasi antara
instansi yang mempunyai lokasi cukup jauh dapat tetap terjalin dengan menggunakan
koneksi jaringan LAN.
3. Bridge Wireless
Bridge wireless
terkadang diimplementasikan pada penggunaan hotspot. Bridge wirelless akan
menggabungkan koneksi kabel dengan koneksi tanpa kabel. Untuk menerima sinyal
data, memakai kabel, sedangkan untuk meneruskan dan mentransmisikan data,
digunakan koneksi wirelees atau nirkabel.
e.
Kategori Bridge
Secara umum ada 3 kategori Bridge, yaitu :
Local Bridge :
Menghubungkan beberapa LAN
Remote Bridge :
Menghubungkan LAN dengan WAN
Wireless Bridge :
Menghubungkan LAN dengan remote node
f. Cara Kerja Bridge
· Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau
titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan
lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket,
bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan
ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan.
Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar
dari satu segmen.
· Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data
link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi
komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh Bridge.
Network Interface
Card (NIC)
a. Pengertian Network Interface Card (NIC)
Network
Interface Card (NIC) adalah kartu jaringan (papan elektronik) yang ditanam
disetiap komputer yang terhubung ke jaringan. Untuk beberapa komputer desktop
yang terjual dipasaran saat ini telah dilengkapi dengan kartu yang satu ini.
Banyak sekali macam macam kartu jaringan, dan terdapat tiga hal yang harus
diperhatikan pada suatu NIC yaitu Tipe kartu jenis Protokol, dan juga tipe
kabel yang didukungnya. Tipe kartu terdapat dua macam yaitu PCI dan ISA.
Dan
dari sisi kabel ada beberapa tipe kabel yang digunakan ialah UTP (unshielded
twisted pair), coaxial dan fiber optik. yang terbanyak dipilih ialah UTP,
dikarenakan murah, kemampuanya memadai dan juga pemasangannya cenderung lebih
mudah.
b.
Fungsi Network Interface Card (NIC)
·
Sebagai media pengiriman data dari satu komputer ke
komputer lainya
·
Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang
menggunakan sistem kabel
·
Sebagai media pengirim data flow antar komputer yang
satu ke komputer lainnya
·
Menerima data dari komputer lain
·
Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat
dimengerti oleh komputer penerima
·
Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan
komputer satu dengan komputer lain
·
Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan
informasi antar komputer
·
Menghubungkan jaringan local dengan jaringan internet
·
Mengintegritaskankomputer dengan beberapa peralatan
elektronik
c. Kelebihan dan kekurangan Network Interface Card (NIC)
·
Kelebihan
a. Senang untuk menambah atau mnegurangkan komputer dan nod
tanpa operasi yang telah dijalankan
b. Kurang kabel dan jarak LAN tidak terbatas
c. Murah
d. kurang kabel dan jarak LAN tidak terbatas
·
Kekurangan
a. jika kabel tulang belakang (Backbone) atau mana-mana
nodnya bermasalah rangkaian tidak dapat berfungsi.
b. Memerlukan terminator untuk kedua-dua ujung kabel tulang
belakang
c. Sukar mengesan kerusakan
d. Perlu pengulang (repeater) jika LAN jauh.
e. Perisian tambahan diperlujkan untuk mengelakkan
perlanggaran (collision) data
Kekurangan
d. Jenis-jenis Network Interface Card (NIC)
Kartu jaringan merupakan salah satu perangkat jaringan yang bekerja pada
layer Physical dan Data Link, yang menghubungkan komputer dengan perangkat
jaringan lainnya yang umumnya berupa Switch LAN. Kartu LAN ini dikoneksikan ke
Switch melalui media kabel jaringan, yang umum sekarang ini adalah kabel UTP
Cat5e (kabel standard UTP yang mendukung kecepatan Gigabit).
Pada umumnya kartu jaringan ada yang sudah built-in dengan Motherboard dari
komputer atau laptop, akan tetapi banyak komputer rakitan sendiri tidak
memasukkan kartu jaringan pada motherboardnya, jadi anda harus membeli sendiri
kartu jaringan tersebut – hanya bila anda akan menggunakan komputer tersebut
terhubung dengan system jaringan local.
1. PCI Adapter
PCI (Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang pada awalnya
didesign untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang dipakai dalam system komputer
IBM. Dirilis pertama kali tahun 1992 dan masih banyak dipakai sampai sekarang
ini untuk komputer desktop yang mempunyai slot PCI tentunya. Dari jenis adapter
jaringan ada dua macam pemakaian yaitu yang untuk adapter jaringan kabel dan
untuk adapter jaringan wireless atau jaringan nirkabel. Gambar berikut
menunjukkan slot PCI pada motherboard komputer dan kartu jaringan PCI untuk LAN
dan untuk wireless.
2. USB Adapter
USB (Universal Serial Bus) adalah standard Bus serial yang mempunyai design
asimmetris dan di design sebagai slot yang sangat praktis untuk menghilangkan
perlunya tambahan slot PCI pada komputer. USB mempunyai kemampuan PnP (Plug and
Play – pasang dan mainkan) sehingga saat dipasang di komputer tidak memerlukan
suatu reboot komputer. Kartu jaringan wireless USB, yang banyak dipakai karena
sifatnya yang praktis dan banyak dipakai untuk kartu jaringan wireless. Tidak
ada kartu jaringan LAN yang memakai slot USB kecuali yang dari jenis wireless.
Kartu jaringan wireless ini ada
beberapa macam tergantung standard technology yang digunakan, meliputi:
·
Kartu jaringan USB wireless-B yang beroperasi
berdasarkan standard Wireless 802.11B dan bekerja dengan kecepatan maksimum 11
Mbps menggunakan frequency band 2,4 GHz, berbagi jaringan dengan kapasitas
keluaran secara real sampai 7 Mbps. Mempunyai jangkauan yang bagus tapi mudah
dipengaruhi oleh interferensi radio.
·
Kartu jaringan USB wireless-G yang beroperasi
berdasarkan standard Wireless 802.11G dan bekerja dengan kecepatan maksimum 54
Mbps, yang merupakan pengembangan dari versi 802.11b. Ada beberapa model yang
menggunakan technology wireless-G ini yang dipercepat dengan ditambah teknologi
MIMO yang bisa menghasilkan kecepatan sampai 180 Mbps ideal.
·
Kartu jaringan USB wireless-N yang menggunakan
standard technology wireless paling cepat saat ini yaitu draft 802.11N.
walaupun masih draft (belum final) akan tetapi hampir semua pabrik pembuat
piranti wireless mengadopsi technology ini. Anda tidak perlu khawatir masalah
compatibility dari standard wireless-N ini karena setiap produk wireless-N yang
lulus uji certifikasi “Wi-Fi Certified” berarti dia sudah teruji
kompatibilitynya dengan jaringan standard sebelumnya 802.11B/G. biasanya
ditandai dengan tanda certifikasi “Wi-Fi Certified”. Jenis USB adapter wireless
ini biasa digunakan baik untuk komputer desktop maupun notebook. Gambar berikut
ini menunjukkan beberapa model kartu jaringan USB dan tanda certifikasi “Wi-Fi
Certified” baik untuk wireless-G (yang compatible dengan wireless-B) maupun
yang untuk wireless-N (yang compatible dengan wireless-B/G).
Ada juga beberapa model piranti USB
ini menggabungkan technology 802.11N dan 802.11A mengahsilkan adapter wireless
–N dengan dual-band 2,4 GHz dan 5 GHz yang biasanya bekerja secara simultan,
memungkinkan anda memakai frequency band 5 GHz untuk kebutuhan applikasi atau
aktivitas yang memerlukan bandwidth intensif yang tinggi seperti streaming High
Definition media.
Jaringan dengan frequency band 5 GHz ini
relative lebih kebal terhadap interferensi dari frequency band 2,4 GHz dimana
frequency 2,4 GHz ini banyak dipakai oleh peralatan rumah tangga seperti
cordless phone, open microwave, pembuka garasi automatis, dll. Untuk adapter
wireless dual band anda bisa memilih untuk bekerja di 2.4GHz atau 5GHz band
tergantung jaringan anda.
3. CardBus
/PCMCIA
Kartu jaringan
Cardbus atau PCMCIA yang dipakai pada slot Cardbus atau PCMCIA dari notebook.
Kartu jaringan dari jenis Cardbus ini lebih banyak dipakai untuk kartu jaringan
wireless juga, walaupun pada awalnya banyak diproduksi adapter LAN dengan speed
10 Mbps di era laptop jaman dulu yang tidak dilengkapi dengan kartu jaringan
onboard, sekarang sudah tidak ada lagi di
4.
ExpressCard
Kartu jaringan dari
jenis ExpressCard adalah jenis baru yang mulai banyak diadopsi oleh notebook
belakangan ini mulai akhir tahun 2006-an. Keuntungan utama dari technology
ExpressCard dibanding CardBus adalah peningkatan bandwidth yang sangat dramatis
dibanding technology Cardbus. Kenapa begitu? Kartu jaringan ExpressCard
mempunyai koneksi langsung kepada system bus melalui suatu jalur X1 Express PCI
dan USB 2.0, sedangkan Cardbus menggunakan controller interface yang hanya
memakai interface PCI.
ExpressCard mempunyai kapasitas
keluaran bandwidth maksimum sampai 2,5 Gigabit per second melalui PCI Express
dan keluaran dari USB 2.0 sampai 480 Mbps khusus untuk masing-2 slot
ExpressCard. Sementara untuk Cardbus menggunakan share bus dengan keluaran
maksimum sampai 1,06 Gigabits per second saja secara sharing bersama-sama.
Sementara itu, power yang dipakai hampir separuh (1.5 V dan 3.3 V) dari power
yang dipakai Cardbus (3.3 V dan 5.0 V).
Disamping untuk wireless-N
ExpressCard adapter, jenis kartu jaringan ExpressCard ini juga ada yang
digunakan untuk ExpressCard Gigabit LAN adapter dengan konektor RJ-45. Dengan
kartu jaringan ExpressCard LAN ini memungkinkan anda melakukan koneksi ke
jaringan Gigabit Switch dengan stabilitas yang ultra-solid pada kecepatan
tinggi. Sangat bagus untuk activitas yang membutuhkan bandwidth berlebihan
seperti media high definition (HD media), publishing media berkualitas tinggi,
jaringan berkapasitas tinggi, data sharing maupun database.
Hampir semua komputer desktop maupun
notebook sudah dilengkapi dengan adapter kartu jaringan, khusus untuk laptop
atau notebook disamping dilengkapi adapter onboard NIC, mereka juga sudah
dilengkapi dengan Wi-Fi baik yang berbasis 802.11B/G maupun yang seri terbaru
sudah dilengkapi dengan Wi-Fi berbasis 802.11N yang juga compatible dengan
802.11B/G.
5. PCI Express USB 3.0 Adapter
Sejak 2006, sudah mulai banyak produk computer yang melengkapi
motherboardnya dengan PCIexpress dengan tersedianya slot PCIe. Sekarang ini
banyak produk yang memanfa’atkan slot PCIe ini antara lain USB port PCI Express
adapter. PCIe adapter ini mengusung port USB 3.0 SuperSpeed. Lihat juga
mengenal lebih dekat USB 3.0.
Salah contoh dari adapter PCIe USB 3.0 ini adalah TRENDnet 2-Port USB 3.0
PCI Express Adapter TU3-H2PIE. USB 3.0 ini PCI adapter ini mempunyai 2 port
type A yang bisa digunakan pada komputer yang mempunyai slot PCI Express.
Adapter ini dilengkapi dengan konektor power dari PC 4-pin untuk memberikan
kekuatan power kepada perangkat USB yang terhubung kepada USB portnya.
Kecepatan data transfer sungguh luar biasa sampai 5 Gbps lebih dari 10 kali
lipat kecepatan transfer rate dari USB 2.0 yang hanya sampai 480 Mbps. Tentunya
port USB ini bisa dipakai juga (compatible) dengan perangkat USB type 2.0.
Tentunya kalau dpakai pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis
USB 2.0. Jadi kecepatan transfer rate bisa maksimum jika menggunakan perangkat
USB 3.0 juga misal external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.
e. Manfaat dari NIC di
berbagai bidang
Secara tidak sadar adanya
sebuah perangkat keras jaringan bernama NIC di dalam komputer dan perangkat
elektronik yang biasa kita gunakan sehari – hari, membawa dampak yang sangat
besar bagi kehidupan kita. Selain dapat membantu mempermudah pekerjaan dan membuat
proses transfer data serta informasi menjadi lebih cepat dan praktis,
penggunaan NIC sebagai media jaringan membawa banyak dampak positif
terhadap erbagai bidang yang ada. Berikut ini beberapa contoh manfaat
adanya NIC di berbagai bidang:
1. Bisnis dan perkantoran
Dala bidan bisnis,
korporasi dan perkantoran, tentu saja NIC ini memiliki banyak manfaat. Salah
satunya adalah membantu agar setiap komputer yang dimiliki oleh sebuah
perusahaan atau perkantoran bisa saling terhubung satu sama lain dengan server
utama dari kantor tersebut.
2. Bidang ekonomi
Di bidang
ekonomi, adanya NIC ini dapat membantu mempercepat arus informasi menganai
perkembangan ekonomi, dan membantu mempermudah transaksi secara elektronik
dengan menggunakan komputer.
3. Bidang pendidikan
Di dalam
bidang pendidikan, NIC juga memiliki banyak peran. Salah satu peran utama
adalah pembuatan sebuah jaringan local untuk katalog perpustakaan. Di dalam
perpustakaan, user tidak perlu repot berkeliling untuk mencari nomor
panggil buku. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka dapat dengan mudah
mencari nomor panggil dari buku yang akan anda cari.
4. Bidang teknologi
informasi
Dari segi
teknologi informasi, adanya Network Interface Card membantu membuka jalan bagi
perkembangan teknologi informasi lainnya, sehingga dapat menciptakan teknologi
yang lebih canggih dan juga lebih bermanfaat lagi.
5. Bidang sosial dan
kemasyarakatan
Dari segi sosial, dengan adanya NIC
didalam komputer kita, akan membantu terhubung ke dalam jaringan – jaringan
internet, yang membantu kita bersosialisasi dengan teman di dalam dunia maya.
f.
Cara Kerja Network Interface Card (NIC)
NIC bekerja
pada lapisan fisik, di mana data dipecah menjadi bit kemudian dikirim melalui
jaringan ke komputer lain yang kemudian dirangkai kembali menjadi data utuh.
Setiap NIC memiliki kode unik tersendiri, artinya cuma ada satu, yang terdiri
atas 12 digit kode yang disebut dengan MAC Address (Media Access Control). Tujuan adanya MAC address
adalah untuk menghindari tabrakan antar data di jaringan. Misalnya node akan
mengirimkan paket data, maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang
mengirimkan paket data atau tidak. Jika node melihat jaringan tidak melakukan
pengiriman paket data, maka node akan melakukan pengiriman paket data.
Jika ada
paket data yang dipancarkan pada saat node sedang mengirimkan paket data, maka
akan terjadi collision. Jika terjadi collision, maka node dan jaringan akan
berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data. Setelah berhenti, node dan
jaringan akan menunggu waktu secara acak untuk mengirimkan paket data. Paket data
yang mengalami collision akan dikirim kembali saat ada kesempatan. Cara kerja
ini sering dinamakan metode CSMA/CD
(Carrier Sence Multiple Access/Collison Detection), yaitu
pengurusan bagi pengiriman data oleh komputer/node secara serentak.









